"EEN DOEL, EEN GEVOEL, SAMEN ZIJN WE ORANJE"

30 April 2009

Macan Kurang Beruntung...

Seri lagi...

Persija Jakarta kembali meraih hasil imbang pada laganya yang kedua melawan PSM Makassar di stadion Kanjuruhan, Malang. Pada laga ini Persija Jakarta yang berstatus sebagai tim tuan rumah, harus tertinggal lebih dulu pada menit ke-3, setelah PSM berhasil mencetak gol melalui kaki Diva Tarkas, yang memanfaatkan umpan cantik rekannya Claudio Pronetto.

Persija Jakarta yang tidak diperkuat empat pemain pilarnya, tersentak, dan berusaha membalas untuk dapat menyamakan kedudukan. Tercatat beberapa peluang dari kaki dan kepala Aliyudin, Bambang, Fabio Lopes, dan M. Ilham tidak mampu dikonversikan menjadi gol, akibat ketergesa-gesaan dan juga gemilangnya penampilan Syamsidar dibawah mistar gawang PSM.

Dibabak kedua, Persija berusaha mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama dibabak ini melalui kaki Aliyudin masih mampu digagalkan oleh kiper PSM, yang juga mantan kiper Persija, Syamsidar.

Namun, Persija dikejutkan oleh gol kedua PSM yang dicetak oleh Julio Lopez di menit ke-51, yang berhasil mengecoh Abanda Herman untuk kemudian menyarangkan bola ke gawang Hendro Kartiko.

Beruntung Persija mempunyai pendukung fanatik yang setia, yang tak lelah-lelah terus bernyanyi untuk mendukung perjuangan tim Macan Kemayoran. Dan dukungan itu mendapatkan balasannya ketika Aliyudin berhasil merobek gawang PSM di menit ke-60, memanfaatkan bola muntah hasil sundulan Bambang Pamungkas yang gagal diamankan oleh Syamsidar.

Sesaat setelah mencetak gol, pelatih Danurwindo justru menarik Aliyudin untuk digantikan dengan Melky Pekey. Suatu pergantian yang aneh. Walau begitu, disaat pemain PSM sudah hampir bangun dari mimpinya untuk dapat membawa pulang poin 3, mereka lagi-lagi harus meneruskan tidurnya, setelah ikon Persija, Bambang Pamungkas, mampu mencetak gol indah melalui sundulan kepalanya setelah emmanfaatkan umpan cantik dari Fabio Lopes. Dan skor akhir 2-2 bertahan hingga akhir laga.

Read More.....

27 April 2009

My Game Is NOT Fair Play

Kemenangan Persija DIRAMPAS!!!


Itulah kata yang tepat menggambarkan hasil pertandingan antara Persija Jakarta melawan tuan rumah Arema Malang...

Bermain untuk pertama kalinya, setelah mengalami penundaan dan pembatalan pertandingan, tim Macan Kemayoran bermain begitu impresif. Kendati tidak diperkuat salah seorang pilar utamanya, yakni Ismed Sofyan.

Serangan yang dilancarkan oleh pemain-pemain Persija membuat pemain belakang Arema kocar-kacir. Peluang bersih pertama Persija didapat oleh Aliyudin, namun sayang tendangan terukurnya, masih menyisir disisi gawang Arema yang dijaga kiper Dadang Sudrajat.

Petaka datang pada menit ke-17, saat pemain internasional Persija yang juga mantan punggawa Timnas Kamerun, Pierre Njanka, yang berusaha menghalau bola, secara tidak sengaja menendang pemain Arema Buston Brown. Walaupun bola terlihat 50-50, dan tidak sengaja, wasit Fiator Ambarita tetap mengeluarkan kartu kuning bagi pemain Persija tersebut, yang berarti kartu merah, karena dua menit sebelumnya telah mendapat kartu kuning.

Arema yang unggul jumlah pemain, berusaha mengambil alih jalannya permainan, namun kesigapan penjaga gawang Persija, Hendro Kartiko, yang sedang merayakan ulang tahunnya yang ke 36, membuat gawang Persija aman dari kebobolan.

Persija harusnya mendapatkan penalti, saat salah seorang pemain belakang Arema menyentuh bola dengan tangannya di dalam kotak penalti. Namun anehnya wasit hanya memberikan tendangan bebas bagi Persija.

Pada menit-menit terakhir babak pertama, bek Arema, Erick Setiawan yang bermaksud menghalau bola hasil dari umpan Greg Nwokolo, justru mendorong bola masuk kedalam gawangnya sendiri. Dan Persija menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Di babak kedua, Persija mengendurkan tempo permainan,d engan lebih fokus bertahan, namun hal ini justru menjadi bumerang. Menit ke-58, Patricio Morales berhasil memanfaatkan tendnagan bebas yang didapat oleh Arema. Tendangan melengkungnya berhasil mengecoh pagar betis pemain Persija, sekaligus mengecoh penjaga gawang Persija, Hendro Kartiko.

Pada menit ke-65, tragedi terjadi, saat pemain Arema Buston Brown, mencetak gol melalui bola "fair play". Karena sebelumnya wasit menghentikan pertandingan, akibat tergeletaknya pemain Persija Ponaryo Astaman, akibat terkena tekel pemain Arema. Kendati pada saat wasit meniup pluit, bola sedang berada di kaki Alexander Pulalo, namun itu merupakan bola liar, dan belum digilir.

Pelatih Persija, Danurwindo sempat memprotes gol tersebut, dan meminta pemain Persija untuk tidak melanjutkan pertandingan. Namun itu hanya sementara, dengan jiwa besar, Danur meminta pasukannya untuk melanjutkan pertandingan.

Memang dasar tim bermental juara, walau dengan tekanan yang begitu besar, ternyata pasukan oren masih mampu untuk mencetak gol dimenit-menit akhir babak kedua melalui sundulan striker asingnya, Fabio Lopes. Gol ini menyelamatkan Persija dari kekalahan, dan menunjukkan mentalitas tim profesional sejati.

Namun ujian Persija rupanya belum berhanti, tiba-tiba wasit kembali mencabut kartu merah untuk pemain Persija Greg Nwokolo, karena dianggap bereaksi berlebihan terhadap asisten wasit.

Terima kasih Persija... Kalianlah pemenang sejati di hati kami...





Read More.....

Produk SMART Telecom

Masukkan Code ini K1-61CC62-5
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com