"EEN DOEL, EEN GEVOEL, SAMEN ZIJN WE ORANJE"

14 October 2009

Macan Menggasak Ken Arok

Persija Jakarta akhirnya mendapatkan 3 poin perdananya saat melakoni laga keduanya di Liga Super Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, raihan 3 poin itu diraih dengan melumat klub promosi, tuan rumah Persema Malang di Stadion Gajayana, denga skor meyakinkan 3-1.

Kemenangan ini tentu saja membangkitkan kembali gairah tim Macan Kemayoran, karena pada partai sebelumnya, mereka dibekuk oleh tim sekota Persema, Arema Malang dengan skor tipis 1-0.

Sama seperti penampilan perdananya, pada laga ini barisan pertahanan Persija dibuat kerepotan dengan alur serangan yang di kembangkan oleh tim lawan. Bahkan kiper M Yasir hampir saja membuat blunder saat bola sepakannya yang terlalu lemah jatuh tepat di kaki striker Persema, Brima Pepito Sanusie. Beruntung Brima tidak mampu memaksimalkan peluang yang didapatnya.

Ditengah serangan gencar yang dilakukan oleh tuan rumah, Persija justru mampu mencuri gol di menit ke-14. Berawal dari umpan terobosan yang di lepaskan oleh Agus "Jepang" Indra, M Ilham yang berlari dari lini tengah dengan sigap menyambut umpan itu, dan dengan mudah memperdayai kiper Persema, I Komang Putra, untuk membawa Persija unggul 1-0.

Namun sayang ternyata keunggulan ini tidak bertahan lama. Pelanggaran yang dilakukan oleh M Ilham kepada permain Persema, Munhar di dalam kotak penalti pada menit ke-24 memaksa wasit Oki Dwi Putra menunjuk titik putih. Robbie Gaspar yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Paska lahirnya gol itu, Persema kembali bersemangat untuk menambah keunggulan. Kerjasama apik Brima dengan Munhar masih dapat digagalkan kiper M Yasir, yang lagi-lagi bermain cemerlang dalam mengawal gawang Persija.

Namun lagi-lagi melalui serangan balik, Persija kembali menambah gol. Berawal dari umpan jauh terukur T.A. Musafry, Bambang Pamungkas dengan kontrol dadanya untuk mengecoh bek lawan, kemudian melepaskan tendangan akurat kegawang Persema. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan pasukan hitam oren.

Robbie Gaspar kembali nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-40. Namun tendangan pemain Australia itu memanfaatkan bola mati masih mampu ditepis M Yasir. Dan skor 2-1 pun bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua Persema kembali mencoba memegang kendali serangan. Masuknya Jairon diharapkan mampu menambah kekuatan dilini depan Persema. Namun begitu, segala daya upaya Persema, kandas oleh duet menara tangguh Herman Abanda dan Baihaki Khaizan di lini pertahanan Persija.

Pada menit ke-54, pemain asing Persema, Seme Pierre Patrick mencoba melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun bola yang meluncur deras masih mampu dihalau oleh M Yasir.

Pada menit ke-57 penyerang Persija Bambang Pamungkas sukses menjebol gawang tuan rumah untuk kedua kalinya. Berawal dari blunder kiper I Komang Putra dalam mengantisipasi umpan Agus Indra dari sisi kiri pertahanannya. Bola yang sudah dalam genggaman lepas dan jatuh di kaki Bambang.

Tanpa membuang waktu, striker kebanggaan The Jakmania itu akhirnya merobek jala Persema, sekaligus menambah koleksi golnya menjadi 117 gol. Skor 3-1 bagi Macan Kemayoran. Gol ini semakin membuat ratsuan The Jakmania yang hadir lebih bersemangat untuk memberikan yel-yel dukungan kepada tim Macan Kemayoran.

Tertinggal 2 gol, Persema seeprti tersengat. Namun serangan demi serangan yang dilancarkan, kandas oleh ketangguhan kiper M Yasir. Dan hingga peluit panjang di bunyikan, skor akhir tetap 3-1 untuk keunggulan Persija Jakarta.

Read More.....

12 October 2009

Macan Ditaklukkan Singa

Kekalahan harus di derita tim Macan Kemayoran Persija Jakarta 1-0, pada laga perdana kompetisi Liga Super Indonesia 2009-2010, di tangan tuan rumah Arema Malang.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, dan disaksikan sekitar 50.000 orang itu, tim Persija tampak bermain sangat buruk. Tidak adanya jenderal pengatur serangan di lini tengah, karena Richard Caceres belum dapat diturunkan, membuat permainan Persija bak macan ompong. Bahkan kiper Arema, Markus Haris Maulana baru menyentuh bola pada saat laga telah berjalan 30 menit, itupun hanya bola liar.

Praktis sepanjang 45 menit babak pertama, tim Persija bekerja keras untuk menghalau serangan sporadis dari Arema Malang. Beruntung Persija memiliki kiper M Yasir, yang bermain gemilang dengan mematahkan banyak peluang dari kaki pemain-pemain Arema.

Memasuki babak kedua, Persija mencoba bangkit dengan mengubah skema permainan. Percobaan pemain-pemain Persija melahirkan beberapa peluang, namun peluang-peluang itu belum dapat dikonversi menjadi gol.

Arema yang tidak menurunkan tempo permainan, tetap berusaha mengancam gawang Persija. Dan malapetaka datang di menit ke-53, Abanda Herman yang bermaksud menutup lubang yang ditinggalkan oleh Leo Saputra, berusaha menghentikan laju Roman Camelo yag berlari menyisir sudut kanan lapangan Persija.

Namun tekel yang dilakukannya ternyata gagal, sehingga Camelo dengan leluasa menusuk kedalam area pertahanan Persija. Dan umpan terukurnya dengan mudah diselesaikan oleh gelandang anyar Arema Moch. Fachrudin, 1-0 untuk Arema.

Upaya perubahan dilakukan oleh pelatih Persija, Maman Suryaman dengan memasukkan Striker mungil Aliyudin untuk menambah daya gedor. Namun upaya ini tetap tidak membuahkan hasil. Peluang di masa perpanjangan waktu yang gagal oleh Aliyudin, menutup pertandingan dengan keungglan untuk tuan rumah 1-0.


Read More.....

01 July 2009

THE JAKMANIA KONTRA VIKING

Perseteruan antar suporter Persija dan Persib sudah berlangsung lama, tepatnya sejak tahun 2000 yaitu bertepatan dengan Liga Indonesia 6 berlangsung. Di putaran 1 sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus dan masuk ke Tribun Timur. Mereka terdiri dari banyak unit suporter seperti Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking dll. Saat itu yang terbesar masih Balad Persib. Meski sempat nyaris terjadi gesekan dengan the Jakmania, tapi alhamdulilah tidak terjadi bentrokan yang lebih luas. Justru suporter Persib bergerak ke arah the Jakmania tuk berjabat tangan. Gw inget banget yel mereka waktu itu : “ABCD … Anak Bandung Cinta Damai”. Selesai pertandingan suporter Persib juga didampingi the Jakmania menuju bus mereka. The Jakmania mengikuti dengan menyanyikan lagu Halo Halo Bandung.

Penerimaan the Jakmania membuat Viking berniat tuk mengundang datang ke Bandung saat putaran 2. Dialog berlangsung lancar karena seorang Pengurus the Jakmania yang bernama Erwan rajin ke Bandung tuk bikin kaos. Hubungan Erwan dengan Ayi Beutik juga konon akrab banget sampe2 Erwan pernah cerita kalo dia suka sama adiknya Ayi Beutik. Melalui Erwan jugalah Viking menyatakan keinginannya tuk mengundang dan menyambut the Jakmania di Bandung meski mereka sendiri masih khawatir dengan sikap bobotoh yang lain.

The Jakmania saat itu belum sebesar sekarang. Yang nonton di Lebak Bulus aja cuma di sisi Selatan tribun Timur. Jadi bersebelahan dengan Viking. Nah ajakan Viking itu langsung kita bahas, dan kita memang sudah punya niat tuk melakoni partai tandang. Dibentuklah kemudian perencanaan, salah satunya dengan mengutus Sekum dan Bendahara Umum the Jakmania saat itu yaitu Sdr Faisal dan Sdr Danang. Mereka ditugaskan tuk melobi Panpel Persib dari mulai masalah tiket hingga tribun the Jakmania. Kebetulan Danang lagi kuliah di Bandung sehingga tempat kosnya jadi tempat kumpulnya the Jakers disana. Selain mereka berdua memang adalagi yang menawarkan diri tuk bantu seperti Sdr Budi Rawa Belong.

Jujur gw katakan kita memang belum pengalaman mengkoordinasikan anggota tuk nonton tandang. Tapi yang menjadi masalah justru bukan di koordinator tapi di anggota. Banyak anggota yang bandel daftar pada hari H nya. Jumlah yang tadinya cuma 400 orang berkembang menjadi 1000 orang lebih! Bayangin gimana repotnya kita nyari bis tuk ngangkut segitu banyak orang. Akibatnya kita berangkat baru jam 12 siang! Itu juga terpecah menjadi 3 rombongan. Satu bis berangkat lebih dulu karena akan ganti ban. Disusul 4 bus kemudian. Dan terakhir termasuk gw berangkat dengan 4 bus tambahan.
Keberangkatan kita sendiri juga masih diliputi keraguan apakah dapat tiket atau tidak. Tim Advance yang diutus mendapatkan kesulitan mencari tiket. 4 hari sebelum pertandingan terjadi kerusuhan di stadion Siliwangi akibat distribusi tiket yang kurang lancar. Ada seorang Vikers yang menganjurkan the Jak tuk hadir di acara khusus pertemuan tim dengan suporternya. Faisal, Danang dan Budi ambil keputusan tuk hadir di acara itu. Disana mereka sempat bertemu Walikota Bandung, Kapolres, Ketua Panpel dan Ketua Keamanan. Mereka semua menjamin bahwa the Jakmania akan bisa masuk dan tiket akan disiapkan khusus. Paling tidak itulah info yang gw dapet dari tim Advance.

1 bis pertama tiba di Stadion Siliwangi. Viking siap menyambut dan mempersilahkan masuk ke stadion, padahal tiket belum di tangan. Sayang hal yang dikhawatirkan Viking terbukti. Perlahan tapi makin lama makin banyak datanglah bobotoh nyamperin the Jak dengan sikap yang tidak simpatik. Melihat gelagat buruk ini Viking minta the Jak tuk keluar dulu ke stadion sambil menunggu rombongan berikut. Sembari menunggu, beberapa rekan ada yang melaksanakan sholat ashar dulu. Ketika selesai sholat, mulailah terjadi hal2 yang tidak diinginkan. Rekan2 kita mendapatkan pukulan disana sini dengan menggunakan kayu. Salah satunya (gw lupa namanya) tersungkur berlumuran darah yang keluar dari kepalanya. Melihat situasi ini the Jakmania kembali diungsikan menjauh dari stadion.

Rombongan besar 8 buah bis akhirnya tiba juga. Tapi karena terlambat, stadion Siliwangi sudah penuh sesak. Lagipula kita tetap tidak berhasil mendapatkan tiket. Panpel memang kelihatan salah tingkah dan berusaha mengumpulkan dari calo2 yang masih beredar di sekitar stadion, namun jumlahnya juga tidak memadai hanya 300 lembar. Sementara bobotoh yang masih berada di luar juga mulai melakukan serangan terhadap the Jakmania. Gw sempet coba menenangkan dan cekcok dengan seorang bobotoh yang ngambil dengan paksa kacamata anggota kita. Bobotoh itu bilang kalo dia kesal sama anak Jakarta karena mereka juga diperlakukan dengan tidak simpatik di Jakarta ketika menyaksikan pertandingan Persijatim vs Persib di Lebak Bulus. Mereka tidak mau tau kalo Persijatim tu beda dengan Persija. Seingat gw kejadian ini sempat direkam foto oleh wartawan dari Tabloid GO dan terpampang jelas esoknya di media tersebut. Dan kalo ga salah yang nyerang kita tu pake kaos Stone Lovers dan Persib. Mungkin ada juga yang laen karena gw dah lupa dan kurang jelas.

Gw lalu ngambil inisiatif tuk nyari rombongan pertama yang dateng duluan dan mengajak mereka tuk gabung ke rombongan besar. Disana gw minta maaf ke semua anggota karena gagal membawa rombongan sampai masuk ke stadion. Di situ dari Panpel juga sempat minta maaf. Namun kondisi ini tidak bisa diterima oleh seluruh rombongan, bahkan mereka juga tidak mau berjabat tangan dengan 3 orang Viking yang masih setia mengawal meski pertandingan sudah berlangsung.

Ketika rombongan hendak pulang, tiba2 kita diserang lagi oleh bobotoh yang masih nunggu di luar stadion. Kondisi ini jelas tidak bisa diterima. Sudah ga bisa masuk masih juga diserang. Akhirnya kita balas perlakuan mereka. Jumlah bobotoh di luar stadion masih ratusan sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan pecahnya kaca2 mobil akibat terkena lemparan dari kedua kubu. Ketika polisi datang, keributan mereda dan the Jakmania mulai beranjak pulang. Sempat pula terjadi bentrok beberapa kali ketika rombongan berpapasan dengan bobotoh yang pulang karena tidak kebagian tiket.

Beberapa waktu kemudian ketika Tim Nasional akan bertanding di Senayan, Viking Jakarta berniat datang. Gw melihat gelagat kurang baik jadi gw minta mereka tuk selalu jalan berdampingan dengan gw. Ketika pertandingan selesai, ada sedikit cekcok antara beberapa orang the Jakmania dengan pendukung PSIS Panser Biru Jakarta. Gw kemudian meminta Sdr Aceng tuk ngawal Panser Biru hingga mereka pulang. Ketika gw hendak kembali ke rombongan Viking, ternyata mereka sudah diserang oleh sekelompok the Jakmania. Buru2 gw lari kesana dan ngambil lagi syal Persib yang sudah diambil. Viking gw kawal trus dibantu seorang anggota dari Tanjung Duren. Di depan, seorang anggota Viking yang mengalami serangan jantung dibawa naik taksi tuk pulang. Sisanya gw temenin sampe Polda Metro Jaya. Kalo ga salah ada Viking Depok yang namanya Rusdi. Sebetulnya menurut gw serangan the Jak saat itu tidak separah ketika kejadian di Bandung. Toh tidak ada satupun anak Viking yang cedera. Cuma sayang ternyata di antara mereka ada juga yang berasal dari Bandung dan entah apa yang mereka ceritakan disana, Viking langsung membalas ketika kita bertandang ke Cimahi melawan Persikab Kabupaten Bandung.

The Jakmania awalnya bebas bernyanyi dan memberikan dukungan ke Persija. Tapi Viking yang awalnya berada di seberang tribun kita mulai bergerak menghampiri tanpa ada satupun usaha pencegahan dari Panpel. Ketika dekat mereka langsung meneriakkan kata2 penuh kebencian disertai lemparan benda2 keras dan botol ke arah kita. Salah satunya mengenai Sdri Temi yang langsung jatuh pingsan. Gw coba menelpon Sdr Heru Joko Ketua Umum Viking tuk minta bantuan menghalau anggotanya. Heru saat itu bilang kalo dia masih di perjalanan tapi akan segera datang. Belakangan gw dapat kabar dari seorang wartawan kalo Heru ternyata sudah tiba sejak awal pertandingan …..???!!! Ketika pertandingan usai, Panpel meminta the Jakmania bertahan dulu di tengah lapangan hingga suasana aman.

The Jakmania kemudian keluar stadion dengan pengawalan ketat. Diluar kita diangkut dengan truk polisi dan panser menuju jalan tol dimana bus2 kita sudah menunggu. Sampai disana kita mendapati bus kita dalam kondisi hancur berat. Salah seorang anggota yang usianya mencapai 70 tahun lebih ternyata sudah berada di dalam bis ketika penyerangan berlangsung. Dia jadi saksi bagaimana seluruh tas dan perbekalan diambil oleh Viking yang tidak bertanggung jawab tersebut. Gw langsung telpon lagi Heru Joko tuk protes keras kenapa dia tidak berusaha meredam amarah anggotanya dan kenapa dia berbohong mengatakan kalo dia belum tiba di stadion. Tidak ada penjelasan apapun yang memuaskan hati gw. Dan mulai saat itu gw pikir sangat sulit tuk berharap hubungan membaik bila pimpinan tidak berusaha tuk meredam api permusuhan ini.

Sejak saat itulah api dendam dan permusuhan terus berkobar di kedua belah pihak. Puncaknya di acara Kuis Siapa Berani di Indosiar. Acara ini diprakarsai oleh Sigit Nugroho wartawan Bola yang terpilih menjadi Ketua Asosiasi Suporter Seluruh Indonesia. Waktu itu Sigit sempat telpon gw dan minta supaya the Jak yang dateng jangan banyak2 tuk menghindari bentrokan. Gw tunjuk 20 orang peserta dab 3 orang cadangan sesuai permintaan Indosiar, plus 1 orang lagi bagian dokumentasi. Mereka cuma gw ijinin pake 3 buah mobil pribadi, karena kalo gw nyewa bis nanti banyak yang ngikut. Gw sendiri ga ikut acara itu karena harus kerja.

Sayang bentrokan ternyata ga bisa dihindari. Bukan gw memihak tapi faktanya memang Viking yang mulai. Mereka neriakin yel2 “Jakarta Banjir” yang dibales juga oleh the Jak. Suasana memanas hingga akhirnya terjadi benturan fisik. Ketika ditelpon gw langsung menuju Indosiar pake taksi. Sampe disana sebagian the Jakmania sudah diluar Indosiar, di dalam gw liat 6 orang the Jak sedang berselisih dengan Viking. Melihat hal yang tidak sebanding ini gw langsung mendesak ke arah Viking tanpa gw tau siapa yang gw serang itu. Sebelumnya gw nyamperin dulu Aremania dan Pasopati yang hadir disana. Yang gw heran kenapa Viking hadir disana dalam jumlah yang cukup besar, 2 bis berisi 74 orang.

Letak Indosiar di Jakarta, jadi ga heran pelan2 berdatanganlah para suporter Persija kesana. Suasana sudah tidak terkendali dan atas inisiatif Polisi dan Indosiar, Viking langsung diungsikan dengan menggunakan truk Polisi. Namun kejadian ini ternyata dah menyebar luas kemana-mana hingga akhirnya terjadilah penyerangan terhadap rombongan Viking di tol Kebon Jeruk.

Setelah kejadian itu gw beberapa kali mendapat panggilan dari pihak kepolisian. Saat itu gw membantah kalo terjadi penyerangan yang memang dikoordinir oleh the Jakmania. Juga gw bantah kalo terjadi perampokan. Gw juga heran gimana Viking menyatakan klo hadiah menang kuis dirampok the Jak padahal hadiah itu kan belum diserahkan pihak Indosiar. Hadiah untuk the Jak pun sampe sekarang ga kita terima. Saat itulah nama the Jakmania menjadi buruk. Di mata media the Jakmania tidak menerima kalah sehingga menyerang. Opini sudah terbentuk dan masyarakat di Bandung juga ikutan menghujat, sementara di Jakarta menyayangkan.

Ya sudahlah. Biarin orang ngomong apa, tapi ga menyurutkan kebanggaan gw terhadap Persija dan the Jakmania apapun kondisinya. Paling tidak di mata gw sekarang Viking cuma bisa bekoar nantang tapi ketika kalah mereka malah ngadu ke polisi. Sesuatu yang dimata gw sangat tidak suporter.

Semenjak terjadi permusuhan dengan the Jakmania, apalagi setelah kejadian Indosiar, Viking berkembang pesat menjadi suporter yang dominan di Bandung. Mereka terus menebarkan kebencian ke the Jak dengan mengeluarkan kaos2 dan lagu2 yang bersifat menghujat the Jak. Reaksi anggota the Jakmania juga heboh. Mereka rame2 bikin kaos yang balas menghujat viking. Tapi semua ga ada yang jadi karena gw melarang seorangpun tuk bikin kaos yang bertuliskan viking/persib meski dalam bentuk hujatanpun. Bagi gw tulisan yang pantas berada di kaos suporter Persija hanyalah PERSIJA dan THE JAKMANIA.

Cuma akhirnya gw nyerah juga, biar gimana gw ga mungkin ngelawan arus trus. Ini terjadi ketika Ismed Sofyan diserang sama Viking di Bandung ketika uji lapangan. Kondisi kaya gini dah ga bisa gw terima. Sejak itulah bertubi-tubi keluar desain2 dan yel-yel serta lagu menghujat mereka. Cuma tetep ada bedanya the Jak sama Viking. Kalo the Jak nyanyi hujatan hanya saat pertandingan melawan Persib, tapi klo Viking sepertinya hendak melakukan propaganda kepada anggotanya dan masyarakat bola. Mereka terus melakukan hujatan meski saat itu Persib tanding melawan tim lain.

Sikap ini justru malah mengobarkan api kebencian suporter Persija terhadap Viking. Sehingga the Jakers banyak yang benci mereka bukan karena tau kejadian awalnya, tapi karena mereka ga suka dikata-katain terus. Belakangan Komisi Disiplin mengeluarkan larangan akan hal-hal seperti ini. Terlambat! Dan penerapannya juga ga konsisten, masih banyak yang tetap melakukannya, bukan hanya Viking atau the Jakmania tapi hampir di semua stadion di Indonesia.

Sebetulnya ada juga pihak2 yang mengusahakan perdamaian. Panpel Persib pernah berinisiatif mempertemukan the Jakmania dan Viking di Bandung. Gw sendiri hadir saat itu bersama 2 orang lagi, Heru Joko hadir bersama 3 orang temannya, Panpel Persib dan Manajer Persija saat itu Bpk IGK Manila. Tapi pertemuan tersebut buntu karena tidak ada niat dari Heru Joko tuk berdamai.

Perseteruan makin melebar. Semakin banyak Viking yang masuk ke website the Jakmania dan menebarkan virus kebencian … semakin banyak dan besarlah kebencian the Jakers ke mereka. Bahkan Panglima Viking Ayi Beutik sempat mengeluarkan pernyataan tuk menjaga kelestarian permusuhan ini seperti Barcelona dan Real Madrid.

Gw sih sebetulnya dah masa bodo dengan hal ini. Konsentrasi gw sekarang kan di tim, dan the Jakmania sudah punya pengurus yang baru. Tapi gw juga ga bisa tinggal diam bila permusuhan ini merembet ke tim masing2. Setelah beberapa kali mendapat perlakuan buruk tiap bermain di Bandung, akhirnya the Jak melakukan pembalasan pada bis Persib di Lebak Bulus. Jujur, gw tidak setuju dengan cara seperti ini, meski gw juga tidak menyalahkan. Seminggu sebelumnya gw dah bilang di forum the Jakmania di sekretariat Lebak Bulus, kalo Heru Joko ketua Viking, ikut bantu mengamankan bis Persija di Bandung. Ia bahkan berada langsung dalam bis Persija. Tapi masa disana memang sudah sulit terkendali bahkan oleh ketuanya sekalipun. Apa boleh buat? The Jakmania sudah melaksanakan pelampiasan dendamnya, sayangnya dengan melakukan tindakan yang sebelumnya mereka cela.

Sekarang permusuhan the Jakmania kontra Viking menjadi warna tersendiri bagi sepakbola Indonesia. Seorang sutradara tertarik menjadikan perseteruan ini sebagai inspirasi dalam filmnya yang berjudul ROMEO & JULIET. Lucunya di tengah perseteruan, mereka justru kompak untuk menolak film ini dengan alasannya masing2. Bedanya di Bandung .. Ketua Viking dengan didukung anggotanya membuktikan ucapannya dengan menggagalkan pemutaran film ini. Sementara di Jakarta justru sebaliknya, meski pimpinan menyatakan akan menuntut tapi toh hampir semua bioskop2 di jabodetabek dipenuhi oleh orang oren yang memang sudah ga sabar menanti film ini diputar.

Nah, itulah kisah panjang tentang permusuhan 2 kelompok suporter besar di Indonesia, paling engga dari kacamata gw. Tulisan ini dibuat atas permintaan seorang bobotoh yang penasaran dengan sebab musabab permusuhan tersebut. Gw juga ga suka dengan orang yang berkomentar sinis baik terhadap the Jakmania maupun Viking. Mereka itu tidak tau apa2, bisanya cuma menghakimi aje. Ada hak apa mereka menghujat? Liat dulu kisahnya baru mereka akan berpikir dan bantu mencarikan solusi.

Klo lu tanya ke gw, masih ada ga kemungkinan damai? Jawabanya ‘bomat” alias bodo amat. Ngapain mikirin? Bagi gw damai tu bukan kata benda, tapi kata kerja. Jadi ga usah banyak ngomong deh, yang penting buktiin. Lebih baik mikirin KOMITMEN masing2 aje, lebih cinta mana kita sama PERSIJA atau sama PERMUSUHAN DENGAN VIKING?


Ditulis oleh Ir. Tauhid Ferry Indrasjarief, Asisten Manajer Persija & Mantan Ketua Umum The Jakmania

Read More.....

30 May 2009

ADA APA DENGAN PERSIJA?

Seiring dengan prestasi Persija yg menurun drastis, pertanyaan seperti judul di atas sering banget keluar. ADA APA DENGAN PERSIJA? Buat gw pertanyaan itu ga enak didenger, klo ga bisa dibilang memuakkan. Terkesan Persija ga mo menang. Terkesan Persija ada masalah intern.

Yg perlu kalian semua tau, kekecewaan gagal meraih Liga Super tu bukan cuma milik suporter. Tapi semua anggota tim Persija amat sangat dilanda kekecewaan. Cuma bedanya suporter kecewa dan menghujat, sementara kami kecewa dan dihujat. Okelah itu merupakan bagian dari resiko kami, dan selama ini kami lebih memilih sikap diam. Tapi lama kelamaan perkembangan yg ada belakangan ini malah tambah ngawur. Ada yg mengkaitkan dengan masalah gajilah. Ada yg bilang soal konflik internlah. Bahkan ada juga yg mengkaitkan dengan sikap manajemen yg kurang merangkul suporter hingga ada tuntutan untuk duduk bersama menyelesaikan masalah yg ada. Klo kalian mo berpikir jernih, ayo kita evaluasi semuanya.

Persija mengakhiri putaran 1 dengan duduk di posisi runner up. Putaran ke 2 kita songsong dengan sikap optimis. Kenapa? Persipura saingan terkuat hanya main di kandang 8x, sementara Persija 9x. Dengan hitungan maen di kandang raih poin penuh, jelas ini satu keuntungan. Persija ketinggalan 4 poin dg Persipura. Kalo semua partai kandang sama2 kita menangin berarti kita ketinggalan 1 poin dr Persipura. Sedangkan prestasi tandang di putaran 1 yg terbaik tu Persija. Jadi wajar dong kalo kita optimis.

Sayang sekali semua itu jadi berantakan total karena tidak diizinkannya Persija maen di kampungnya sendiri. Belakangan daerah laen juga nyusul ada larangan. Dari semua tim Liga Super rasanya hanya Persija yg paling banyak punya utang pertandingan yg belum dimainkan. Hal ini mengakibatkan jadwal Persija paling numpuk di bulan April, Mei dan Juni. Supaya kalian tau semua, tidak ada satupun klub yg mau jadwal kompetisi molor lebih dari bulan Juni. Semua sudah menjerit soal pendanaan.

Mungkin masih banyak yg belum nyambung dengan kondisi ini. Sekarang gw jelasin lebih detail. Lawan Arema dan PSM kita masih maen bagus, cuma dua2nya sial. Yang satu wasitnya yg sial, yg satu nasib kita yg sial (catat: 14 peluang emas yg ga berhasil jadi gol). Selesai lawan PSM, besoknya (tgl 30 april) tim langsung pulang ke Jakarta. Tgl 1 mei latian sore di Jakarta krn nyoba lapangan di Bandung sering diteror. Malem kita berangkat dan langsung istirahat. Besoknya tanding dengan naek truk dan rantis. Malem langsung pulang dan nyampe Jakarta jam 2 pagi. Siangnya kita harus berangkat lagi ke Kediri dan krn kota itu ga punya bandara, tim harus ke Surabaya dulu tuk lanjut naek bus ke Kediri. Nyampe Kediri jam 12 malem. Sorenya nyoba lapangan, besok tanding lagi. Abis tanding besoknya subuh2 dah harus berangkat lagi ke Jakarta. Di Jakarta istirahat cuma 1 hari tuk berangkat lagi menuju Malang.

Nah itu salah satu contoh gimana tim ini cuma bisa latihan seadanya dan waktu istirahatnya lebih banyak dipake tuk perjalanan. Gw sebetulnya dah kasi jadwal kegiatan Persija yg difotokopi di malang waktu tur dipimpin Mardan Gajah Mada. Tapi yg gw denger ada sebagian the jak yg langsung buang2 tu kertas dan bilang “SUPORTER GA PERLU INI”. Sebetulnya gw cuma pengen kalian liat permasalahan sebenernya yg dihadapi tim Persija.

Kegagalan beruntun yg berujung tertutupnya peluang meraih juara, jelas meruntuhkan semangat pemain dan seluruh anggota tim. Kami juga manusia yg punya harapan, dan ketika harapan itu sirna hanya karena hal-hal yg kami rasa tidak adil, wajar kalo timbul kekecewaan yg amat sangat. Tapi Manajemen dan Pelatih terus berusaha memompa semangat para pemain. Sayang the Jakmania sudah terlanjur kecewa dan underestimate dengan tim kesayangannya sendiri. Dan menurut gw, banyak dari the jakmania dengan sangat mudah terpengaruh dengan komentator di TV yg terus mengatakan soal motivasi yg ilang dan mengkaitkan dengan gaji yg belum diterima. Cobalah berpikir dan melihat dengan jernih, Persija selalu punya peluang gol hingga menit2 akhir. Ini bukti klo semua pemain masih trus brusaha tuk menang. Soal gaji? Setelah melawan PSIS tim sudah menerima gaji 3 bulan. Jadi soal apa? Coba liat lagi jadwal Persija! Padatnya jadwal tidak hanya menimbulkan kelelahan tapi juga cederanya beberapa pemain.

Menurut gw dengan kondisi tim yg tengah terpuruk begini, hanya 3 hal yg bisa dilakukan tuk mengobati tim ini :
1. Ada waktu luang sekitar seminggu bagi Persija tuk latihan normal. Selama ini latihan Persija kan cuma rekuperasi (latihan ringan tuk jaga kondisi sehari sesudah pertandingan) dan coba lapangan (pengenalan lapangan dan strategi yg akan dijalankan besoknya). Harusnya ada latihan normal untuk mengembalikan kerjasama antar lini. Sayang ini tidak mungkin terjadi krn jadwal Persija yg luar biasa padat.
2. Kembalikan Persija ke kampungnya sendiri, meski tanpa penonton sekalipun. Maaf bukan berarti mengecilkan peran suporter. Keuntungan maen di kandang tuh dapet dukungan besar dari suporter, lapangan lebih dikenal, keluarga deket, perjalanan ga jauh, waktu latihan lebih banyak, waktu istirahat juga lebih banyak. Nah daripada kita ga dapet semua keuntungan itu mending salah satu kita korbanin. Sayang ini semua juga ga bisa terwujud krn Polisi tetep ga kasi ijin.
3. Tinggal ini harapan gw. Kehadiran sosok Gubernur DKI Yth Bpk Fauzi Bowo. Setidaknya sebagai orang no 1 di Jakarta, kehadiran beliau pasti memberikan motivasi lebih pada para pemain. Tidak masalah beliau dateng mo negur semua tim termasuk gw dan mengkaitkan dengan pendanaan yg begitu besar. Wajar krn dia lah yg menjadi penentu pendanaan tim Persija. Dan gw yakin itu akan melecut kami semua yg ada dlm tim ini. Tapi apa mungkin???

Perlu ditegaskan sekali lagi bahwa gw dan seluruh punggawa Persija tidak alergi dikritik. Silahkan aje kalo kalian mo nanya kondisi tim atau ngasi kritik dan saran. Kadang pendapat orang di luar tim juga bermanfaat. Cuma tolong sampaikan semua itu langsung ke Tim Persija. Mau ke Harianto Bajoeri selaku Manajer silahkan, mo langsung ke gw silahkan, atau mo langsung ke Bang Danur juga silahkan. Kalo the Jakmania nyampeinnya ke media, bukan menyelesaikan masalah malah bikin tambah runyam. Bahasa media kan beda. Buat media bad news is good news , mereka sangat suka dengan manajemen konflik. Bila mereka bisa menimbulkan konflik antara suporter dan manajemen/pelatih nah berita akan semakin seru dan semakin banyak orang tertarik tu baca.

Sekali lagi buat para the Jakmania. Kami semua yg berada dalam tim Persija sangat amat sangat salut pada loyalitas kalian. Dukungan kalian selama ini membuat kami bangga. Bukan hanya kami, bahkan tim lawanpun sering mengungkapkan kecemburuan mereka pada kami melihat dukungan tiada henti yg diberikan oleh the Jakmania. Di sisi lain kami juga merasa malu krn belum bisa memberikan yg terbaik buat kalian. Tapi percayalah, kami sedang berusaha untuk itu. Kami ingin sekali membalas kesetiaan kalian dengan kemenangan demi kemenangan yg akhirnya mendapatkan sebuah gelar pengakuan. Semua itu hanya bisa terwujud bila kita semua saling percaya, kita semua saling mendukung, dan kita semua saling mendoakan. Dan dengan izin ALLAH, kita bisa menggapai apa yg kita inginkan bersama. Trima kasih.



OREN … MASIH DI OREN
PERSIJA SEMANGATMU TETAP OREN
OREN … MASIH DI OREN
PERSIJA GAIRAHMU TETAP OREN
JADILAH … KEBANGGAANKU
PANTANG MENYERAH SLALU JADI CIRI KHASMU
JADILAH … INSPIRASIKU
HANYA KAULAH YG ADA DALAM PIKIRANKU

Ditulis oleh : Ir. Tauhid Ferry Indrasjarief (Asisten Manajer Persija & Mantan Ketua Umum The Jakmania)

Read More.....

30 April 2009

Macan Kurang Beruntung...

Seri lagi...

Persija Jakarta kembali meraih hasil imbang pada laganya yang kedua melawan PSM Makassar di stadion Kanjuruhan, Malang. Pada laga ini Persija Jakarta yang berstatus sebagai tim tuan rumah, harus tertinggal lebih dulu pada menit ke-3, setelah PSM berhasil mencetak gol melalui kaki Diva Tarkas, yang memanfaatkan umpan cantik rekannya Claudio Pronetto.

Persija Jakarta yang tidak diperkuat empat pemain pilarnya, tersentak, dan berusaha membalas untuk dapat menyamakan kedudukan. Tercatat beberapa peluang dari kaki dan kepala Aliyudin, Bambang, Fabio Lopes, dan M. Ilham tidak mampu dikonversikan menjadi gol, akibat ketergesa-gesaan dan juga gemilangnya penampilan Syamsidar dibawah mistar gawang PSM.

Dibabak kedua, Persija berusaha mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama dibabak ini melalui kaki Aliyudin masih mampu digagalkan oleh kiper PSM, yang juga mantan kiper Persija, Syamsidar.

Namun, Persija dikejutkan oleh gol kedua PSM yang dicetak oleh Julio Lopez di menit ke-51, yang berhasil mengecoh Abanda Herman untuk kemudian menyarangkan bola ke gawang Hendro Kartiko.

Beruntung Persija mempunyai pendukung fanatik yang setia, yang tak lelah-lelah terus bernyanyi untuk mendukung perjuangan tim Macan Kemayoran. Dan dukungan itu mendapatkan balasannya ketika Aliyudin berhasil merobek gawang PSM di menit ke-60, memanfaatkan bola muntah hasil sundulan Bambang Pamungkas yang gagal diamankan oleh Syamsidar.

Sesaat setelah mencetak gol, pelatih Danurwindo justru menarik Aliyudin untuk digantikan dengan Melky Pekey. Suatu pergantian yang aneh. Walau begitu, disaat pemain PSM sudah hampir bangun dari mimpinya untuk dapat membawa pulang poin 3, mereka lagi-lagi harus meneruskan tidurnya, setelah ikon Persija, Bambang Pamungkas, mampu mencetak gol indah melalui sundulan kepalanya setelah emmanfaatkan umpan cantik dari Fabio Lopes. Dan skor akhir 2-2 bertahan hingga akhir laga.

Read More.....

27 April 2009

My Game Is NOT Fair Play

Kemenangan Persija DIRAMPAS!!!


Itulah kata yang tepat menggambarkan hasil pertandingan antara Persija Jakarta melawan tuan rumah Arema Malang...

Bermain untuk pertama kalinya, setelah mengalami penundaan dan pembatalan pertandingan, tim Macan Kemayoran bermain begitu impresif. Kendati tidak diperkuat salah seorang pilar utamanya, yakni Ismed Sofyan.

Serangan yang dilancarkan oleh pemain-pemain Persija membuat pemain belakang Arema kocar-kacir. Peluang bersih pertama Persija didapat oleh Aliyudin, namun sayang tendangan terukurnya, masih menyisir disisi gawang Arema yang dijaga kiper Dadang Sudrajat.

Petaka datang pada menit ke-17, saat pemain internasional Persija yang juga mantan punggawa Timnas Kamerun, Pierre Njanka, yang berusaha menghalau bola, secara tidak sengaja menendang pemain Arema Buston Brown. Walaupun bola terlihat 50-50, dan tidak sengaja, wasit Fiator Ambarita tetap mengeluarkan kartu kuning bagi pemain Persija tersebut, yang berarti kartu merah, karena dua menit sebelumnya telah mendapat kartu kuning.

Arema yang unggul jumlah pemain, berusaha mengambil alih jalannya permainan, namun kesigapan penjaga gawang Persija, Hendro Kartiko, yang sedang merayakan ulang tahunnya yang ke 36, membuat gawang Persija aman dari kebobolan.

Persija harusnya mendapatkan penalti, saat salah seorang pemain belakang Arema menyentuh bola dengan tangannya di dalam kotak penalti. Namun anehnya wasit hanya memberikan tendangan bebas bagi Persija.

Pada menit-menit terakhir babak pertama, bek Arema, Erick Setiawan yang bermaksud menghalau bola hasil dari umpan Greg Nwokolo, justru mendorong bola masuk kedalam gawangnya sendiri. Dan Persija menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Di babak kedua, Persija mengendurkan tempo permainan,d engan lebih fokus bertahan, namun hal ini justru menjadi bumerang. Menit ke-58, Patricio Morales berhasil memanfaatkan tendnagan bebas yang didapat oleh Arema. Tendangan melengkungnya berhasil mengecoh pagar betis pemain Persija, sekaligus mengecoh penjaga gawang Persija, Hendro Kartiko.

Pada menit ke-65, tragedi terjadi, saat pemain Arema Buston Brown, mencetak gol melalui bola "fair play". Karena sebelumnya wasit menghentikan pertandingan, akibat tergeletaknya pemain Persija Ponaryo Astaman, akibat terkena tekel pemain Arema. Kendati pada saat wasit meniup pluit, bola sedang berada di kaki Alexander Pulalo, namun itu merupakan bola liar, dan belum digilir.

Pelatih Persija, Danurwindo sempat memprotes gol tersebut, dan meminta pemain Persija untuk tidak melanjutkan pertandingan. Namun itu hanya sementara, dengan jiwa besar, Danur meminta pasukannya untuk melanjutkan pertandingan.

Memang dasar tim bermental juara, walau dengan tekanan yang begitu besar, ternyata pasukan oren masih mampu untuk mencetak gol dimenit-menit akhir babak kedua melalui sundulan striker asingnya, Fabio Lopes. Gol ini menyelamatkan Persija dari kekalahan, dan menunjukkan mentalitas tim profesional sejati.

Namun ujian Persija rupanya belum berhanti, tiba-tiba wasit kembali mencabut kartu merah untuk pemain Persija Greg Nwokolo, karena dianggap bereaksi berlebihan terhadap asisten wasit.

Terima kasih Persija... Kalianlah pemenang sejati di hati kami...





Read More.....

11 February 2009

GALORE PERSIJA !!!

PERSIJA KEMBALI KEPUNCAK KLASMEN...

Ya... Setelah sempat beberapa pekan posisi Persija dipuncak klasmen "dikudeta" oleh Persipura Jayapura. Kini pasukan Squadra Arancia Nero berhasil menduduki kembali singgasana tertinggi Liga Super Indonesia...

Dalam pertandingan bertajuk "BIG MATCH", karena menghadirkan pertarungan antara peringkat tiga Persija dengan peringkat empat Persiwa. Dimana tim yang berhasil memenangi partai ini akan langsung menyodok ke urutan puncak. Tim Persija Jakarta berhasil menggulung tamunya yang telah datang jauh-jauh dari kaki pegunungan Jayawijaya, Wamena, Papua, dengan skor meyakinkan 6-1.

Adapun gol-gol kemenangan Persija diawali oleh gol Bambang Pamungkas pada menit ke-28 melalui titik putih, setelah sebelumnya Greg Nwokolo dijatuhkan dikotak terlarang oleh bek Persiwa. sepuluh menit kemudian, B20P kembali mencetak gol untuk memperbesar keunggulan menjadi 2-0. Memanfaatkan skill individunya ia berhasil menceploskan bola melalui tendam=ngan kencang yang tidak mampu dijangkau kiper Persiwa.

Beberapa saat sebelum pertandingan berakhir, Greg kembali dijatuhkan didalam kotak pinalti, namun kali ini wasit Purwanto tidak memberikan hukuman untuk Persiwa. Namun Greg, yang menjadi bintang pertandingan itu, berhasil menceploskan bola dimasa injury time, memanfaatkan sepak pojok Ismed Sofyan.

Pada babak kedua, pelatih Persiwa, Suharno, mengganti kiper Timotius Mothe dengan Charles Woof. Persija yang unggul 3-0 tampak bermain lebih santai, sehingga lini pertahanan menjadi hilang koordinasi. Dan sebuah aksi Barkoui di menit-58 berhasil mengelabui Abanda Herman, sehingga Abanda terpaksa menarik dan menjatuhkan Barkoui, pinalti untuk Persiwa.

Barkoui yang menjadi algojo sukses menyarangkan bola kegawang tanpa mampu ditepis Hendro Kartiko. Namun hanya sampai disitu perlawanan Persiwa, Persija kemudian bangkit dan berhasil menambah gol melalui aksi Greg Nwokolo di menit-67. Hampir saja Greg melengkapi malam indahnya dengan sebuah hattrick, bila tendangannya tidak membentur mistar gawang. Persija kemudian menambah dua gol lagi melalui aksi Robertinho dan pemain pengganti Melki Pekey, yang saking terharunya hingga menitikkan air mata...

Dan skor 6-1 tidak berubah hingga akhir pertandingan...

Read More.....

02 February 2009

Awal Yang Bagus...

Persija Jakarta berhasil mengawali pertandingan di putaran kedua Liga Super Indonesia dengan meraih kemenangan atas lawannya Persela Lamongan di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.

Disaksikan sekitar 30 ribu suporter fanatiknya, Persija Jakarta yang tidak diperkuat lima pemain pilarnya, yakni Leo Saputra dan Ismed Sofyan dibelakang, Ponaryo Astaman dan M. Ilham di tengah serta Aliyudin didepan, berusaha langsung mengambil inisiatif serangan.

Duet Bambang Pamungkas dan pemain anyar Persija, Fabio Lopes terlihat belum padu di babak pertama. Ditambah suplai bola yang kurang dari lini tengah. Greg Nwokolo yang di plot sebagi pemain sayap kiri terlihat kebingungan sehingga sering terlalu individual dan kehilangan bola.

Dibabak pertama praktis pertandingan berjalan membosankan. Karena tim tamu Persela juga tidak memberikan perlawanan berarti. Dan serangan-serangan mereka mampu dipatahkan barisan pertahanan Persija.

Dibabak kedua Persija berusaha bermain lebih agresif. Dan ternyata langsung memperoleh hasil setelah 5 menit pertandingan berjalan. Memanfaatkan tinggi badannya, Lopes memberikan umpan terukur melalui kepalanya, yang lansung disambar Bambang Pamungkas menjadi gol.

Gol ini seolah menjadi pembuktian bagi B20P, yang penampilannya bersama tim nasional dirasa menurun.

Lopes sempat memberikan assist cantik beberapa saat kemudian. Namun sayang sundulan Agus Indra melenceng tipis dari gawang. Dan hingga akhir pertandingan skor tetap 1-0 untuk Persija.

Dan dengan demikian Persija mempersempit jarak dengan Persipura, yang kalah 0-1 oleh Persiwa dalam Derby Papua menjadi satu poin. Persija sendiri hanya unggul selisih gol dengan Persiwa.

Adapun catatan dalam pertandingan ini adalah suporter yang masuk ke areal stadion pada menit terakhir untuk melipat spanduk ataupun mengambil boneka macan. Hal ini cukup mengganggu.

Ingat kita adalah The Jakmania yang selalu mendukung Persija hingga menit terakhir. Kalo takut spanduk atau bonekanya ilang, mending ga usah dibawa sekalian. Atau kalo takut pulang kemaleman, mending gak usah nonton ke stadion sekalian.

~ Persija adalah kebanggaan kita ~

Read More.....

Produk SMART Telecom

Masukkan Code ini K1-61CC62-5
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com