Persik Kediri berhasil menjadi klub pertama yang mengalahkan Tim Macan Kemayoran dikandangnya, Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, 3 gol berhasil digelontorkan tim berjuluk Macan Putih itu ke gawang Persija yang dikawal Hendro Kartiko.
Gol Persik diciptakan oleh strikernya Christian Gonzales di menit ke-4 pertandingan berjalan. Memanfaatkan kelengahan barisan belakang Persija. Persija yang tersentak lantas mencoba mengambil inisiatif serangan. Namun selalu kandas, karena sigapnya barisan pertahanan Kediri. Untuk memperkuat pertahanan, Persik mengganti beknya yang mantan pemain persija M. Roby, dengan pemain yang juga mantan kapten Persija, Aris Indarto.
Gol Persik diciptakan oleh strikernya Christian Gonzales di menit ke-4 pertandingan berjalan. Memanfaatkan kelengahan barisan belakang Persija. Persija yang tersentak lantas mencoba mengambil inisiatif serangan. Namun selalu kandas, karena sigapnya barisan pertahanan Kediri. Untuk memperkuat pertahanan, Persik mengganti beknya yang mantan pemain persija M. Roby, dengan pemain yang juga mantan kapten Persija, Aris Indarto.
Diawal babak kedua, Persija yang mencoba mengambil inisiatif serangan tersentak oleh serangan Persik yang walau jarang namun sangat efektif, serta berhasil menambah pundi-pundi gol melalui kaki Budi Sudarsono, yang juga mantan pemain Persija di menit ke-53 dan 58.
Persija yang tidak ingin malu didepan ribuan suporternya yang terus setia bernyanyi walaupun Persija tertinggal, akhirnya berhasil memperkecil kekalahan melalui kaki Bambang Pamungkas. Setelah sebelumnya Persija melakukan pergantian Aliyudin dengan pemain muda Ramdhani Lestaluhu. Namun asa yang sempat tercipta akhirnya pupus, setelah darah muda Ramdhani ternyata belum mampu mengontrol emosinya,sehingga ia diganjar 2 kali kartu kuning oleh wasit, setelah sebelumnya melakukan pelanggaran fatal.
Walaupun kalah, ada satu kemenangan yang diraih pada partai ini. Bukan oleh Persija, namun oleh pendukungnya baik yang tergabung dalam organisasi The Jakmania, maupun para simpatisan Persija biasa. Karena mereka terus bernyanyi, bahkan saat Persija tertinggal 0-3 sekalipun. Tidak ada satupun lemparan botol ke lapangan. Rupanya pendukung Persija berhasil menunjukkan jatidirinya sebagai suporter teratraktif dan terbaik. Mereka menunjukkan diri sebagai ULTRAS sejati. Bahkan pihak aparat maupun pihak Kediripun memberikan apresiasi khusus kepada para pendukung Persija...
Semoga hal ini terus berlanjut sampai kapanpun...
Menang kalah itu biasa, yang penting The Jak selalu begaya...
Terima Kasih kawan-kawan...
(O iy, met ultah ya buat Bang Yoyo (Ponaryo) yang ke-29, sayang ni kadonya kurang sedep... ^^)





